Kamis, 18 Mei 2017

CARA INSTAL LINUX




DISINI SAYA  AKAN MEMPRAKTIKKAN BAGAIMANA MENGINSTAL SYTEM OPOERASI LINUX UBUNTU  DI VIRTUALBOX
1.       Kita buka aplikasi Virtual Box 
2.       Setelah terbuka pilih di pojok kiri kata  “Baru” lalu klik, maka akan keluar  gambar seperti di bawah ini!!!





Selanjutnya kita akan mengatur berapa kapasitas memory yang akan digunakan untuk menjalankan proses yang ada di aplikasi ini. Disini saya mengalokasikannya sebesar 512 MB, karena biar tidak lemot nanti laptopnya. Setelah selesai klik Lanjut. 

Selanjutnya kita akan membuat harddisk virtual. Klik Buat untuk melanjutkan.

Klik
 Lanjut saja.

Klik
 Lanjut.


Selanjutnya kita akan menentukan berapa kapasitas harddisk virtual yang akan digunakan untuk melakukan penginstalan nantinya. Untuk OS linux buat minimal 5 GB saja, dan untuk kali ini saya mengalokasikannya sebesar 8 GB agar lebih enak. Klik Buat.



Maka proses pembuatan sebuah dokumen telah selesai dilakukan. Selanjutnya adalah memasukkan file iso ubuntu 9 agar nantinya bisa melakukan penginstalan secara virtual.

Sebelumnya klik terlebih dahulu folder yang elah dibuat sebelumnya, lalu klik
 Mulai. Maka nantinya akan muncul layar kerja baru. Untuk memasukkan file iso ubuntunya klik terlebih dahulu logo folder dan kemudian cari file iso ubuntu di komputer anda. Setelah selesai memasukkannya, maka klik Mulai.

Proses penginstalan OS ubuntu akan segera dimulai. Langkah pertama adalah anda harus memilih bahasa yang akan anda gunakan selama proses penginstalan nantinya. Disini saya memilih
 bahasa English.

Tunggu proses loadingnya.



Apabila muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, yang harus anda lakukan adalah mengklik
 Install. 



Selanjutnya pilih
 bahasa English dan klik Forward. 




Selanjutnya kita akan menentukan
 zona waktu. Pada kotak Region, pilihlah Asia. Sedangkan pada kotak City, pilihlah Jakarta. Kemudian klik Forward.



Selanjutnya klik
 Forward saja. Tidak ada yang harus dirubah pada tahap ini. 



Pilih Specify partitions manually (advanced) : opsi ini merupakan opsi yang dianjurkan untuk dipilih. Pada opsi ini nantinya kita akan membuat partisi pada harddisk secara manual. 



Selanjutnya kita akan membuat sebuah partisi pada harddisk. Klik
 New Partition Table.  



Pilih
 Continue. 



Kemudian klik New Partition. 



Yang harus dirubah yaitu :
Pada kotak
 Use as : Ext4 journaling file system
Mount point
 : /

Kemudian klik
 OK. 



Maka sebuah partisi telah selesai dibuat, dan klik pada partisi yang telah dibuat. Setelah itu klik
 Forward. 



Ketikkan Name dan Password pada kotak yang telah disediakan sesuai dengan keinginan anda
 ini hanya untuk menjaga privasi saja ,tidak di isi juga gak papa. Setelah semuanya dibuat, maka klik Forward. 



Klik
 Continue. 













Klik
 Install untuk memulai proses penginstalan. 




Dan proses penginstalan dimulai, dan tentunya pada proses ini akan memakan waktu yang lumayan lama. Anda diharapkan untuk sabar menunggu.
 



Proses di bawah ini merupakan proses penyalinan data penginstalan OS ke harddisk.
 



Klik
 Restart Now. 



Setelah direstart, nantinya anda akan diminta untuk mengisikan username yang telah anda buat tadi. Isikan dengan benar kemudian klik
 Enter. 



Isikan Password yang telah anda buat tadi kemudian tekan
 Enter. 



Proses penginstalan Ubuntu 9 telah selesai. Dan selamat menikmati berbagai fitur yang ditawarkan oleh OS linux versi ubuntu ini.
 



Sekian tutorial mengenai
 cara menginstal linux ubuntu di virtual box. Semoga dapat membantu dan bermanfaat buat teman-teman semuanya.
Jika ada salah saya mohon maaf karna saya masih belajar juga!!!!


N
Read More ->>

STRUKTUR SYSTEM OPERASI

STRUKTUR SYSTEM OPERASI LINUX

A. KERNEL.

Adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah system operasi. Tugasnya melayani berbagai jenis program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus di layani dalam waktu yang bersamaan , maka kernel juga bertugas mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamkan Multiplexing
B. SHELL.
Adalah Peterjemah (Command Line Interpretel). Pada Linux di sebut dengan sebagai terminal perangkat lunak, inilah yang menjadi jembatan antara user dengan system linux.
c. APLIKASI (APLICATION SOFTWARE).
Adalah program-program yang dibuat oleh user, untuk memenuhi ke butuhannya sendiri. Program-program ini dapat di buat dengan menggunakan sejumlah utilitas, perintah built-in milik shell, atau di bangun dengan bahasa pemrograman seperti C, Cebol, atau phyton dan berbagai development tool seperti oracle dan informix.


Read More ->>

SEJARAH LINUX

  1 mei  2017

Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.
Dalam waktu singkat UNIX berkembang dalam dua jalur : UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.
Berawal dari sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix.
Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987.
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :
  • Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas
  • Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
  • Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.
  • Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan
Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.
Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver
Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat menarik, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya
TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).






Read More ->>